Review Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Porak-poranda karena Perasaan karya Alfialghazi




edit olehh Canva.com

Sebenarnya kita sudah tahu jalan mana yang harus kita tempuh, pilihan mana yang harus kita ambil. Namun, sayangnya kita terlalu pengecut, bahkan untuk menerima segala konsekuensi atas apa yang kita lakukan sendiri. - Halaman 33

Teruntuk para jomblo fisabilillah di seluruh jangkauan radar. Jangan lupa isi tenaga agar badan tetap fit dalam menghadapi kenyataan hidup yang tak sesuai dengan harapan. Jangan sampai tetiba jatuh hanya karena melihat si dia yang lebih memilih orang lain, wkwkwkw 

Bahagia Menjadi Kamu Versi Terbaik

Jangan lupa untuk selalu bahagia dengan menjadi versi terbaik dari diri kalian. Menjadi pemuda atau pemudii yang disayangi Allah subhanuahuwata'ala.

Jangan lupa menghadirkan Allah subhanuahuwata'ala. Untuk setiap keputusan yang akan kita ambil nantinya, apalagi perihal si dia yang sudah bersama dengan yg lain (loh kok bahas si dia lagi, wkwkwk)

Gaisss.... sini deh! ini ada referensi buku yang menarik untuk kalian baca! Bagi para pemuda atau pemudi yang mulai goyah keyakinannya terhadap Allah subhanuahuwata'ala.

Karena kita yang belum bertemu dengan si dia orang yang tepat untuk kita jadikan sebagai pasangan sehidup semati kita. Eeeaaaa!

Maaf Tuhan, Aku Hampir Porak-poranda karena Perasaan

Cocok banget dibaca untuk kamu yang hatinya sedang porak-poranda. Isi buku ini akan mengajarkan kita melakukan sikap terbaik ketika :
  • Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya,
  • Tidak dipilih padahal sudah berjuang bersama,
  • Berharap berjodoh tapi Tuhan berkehendak lain,
  • Tiba-tiba berpisah tanpa alasan
  • dan perpisahan yang tidak diharapkan lainnya.

"Tentang rasa, sebuah kisah, yang memiliki arti dan hikmah/perjalanan luar biasa agar lebih dekat kepada Sang Maha Pencipta" (lanioktaviani).

Teruntuk para pengembara rasa, jika yang kau inginkan adalah cinta tanpa ada luka di dalamnya, maka tak akan pernah kau temukan yang semisal itu, kecuali cinta Tuhan kepada hambaNya "Alfialghazi"...

"HAMPIR PORAK PORANDA"

Terhempas aku dalam kepedihan, sendiri berselimut air mata duka yang mendalam. Ternyata, beginilah pahitnya menggantungkan harap pada manusia.

Aku telah sampai dipuncak kekecewaan, jika kaki yang kau patahkan, aku masih bisa berjalan dengan tangan, tapi saat hati yang kau patahkan, dengan apalagi aku akan bisa merasakan kebahagiaan?

Bukan aku tak berusaha, setiap hari aku terus mencoba menghidupi diriku lagi, menyemangatinya, memaksanya terus berjalan. Tapi, entah kenapa tentangmu tetap tak bisa aku lupakan.

Kini, setiap hari yang aku lalui, semuanya tentang kekelaman. Aku benar" tak siap atas kehilangan.

"Dimanakah keadilan Tuhan perihal cinta?"

Lalu, aku menelisik lebih jauh, sampai mataku perih, sampai pikiranku penuh, sampai dadaku sesak.

Dan kenyataan itu kian jelas di hadapan mata, bahwa kita memang tak di takdirkan untuk bersama selamanya.

Langit yang menggantung, daun yang berguguran, hujan yang membasahi. Menjadi pelipur lara bagi pesakitan cinta ini. Bukankah semesta punya pengaturnya? Maka bagaimana aku maknai pertanyaan itu.

Sungguh ku katakan cukup, takdir telah ditentukan, silakan jika masih mau bersarang di sini, di dalam kepalaku. Aku sudah tidak peduli lagi.

Semoga Allah membebaskanku dari cinta yang membutakan ini, aku telah cukup atas kehilangan dan tiada penemuan paling indah, kecuali menemukan Allah.

"Maaf tuhan, aku hampir porak poranda karena perasaan" ucap seseorang itu dengan berderai air mata.

Karena Perasaan

Sebenarnya kita sudah tahu jalan mana yang harus kita tempuh, pilihan mana yang harus kita ambil.

Namun, sayangnya kita terlalu pengecut, bahkan untuk menerima segala konsekuensi atas apa yang kita lakukan sendiri. Bertahun-tahun bergantung pada orang lain, menjadikan ia sebagai muara bahagia, tanpa pernah peduli bahwa siapa pun ternyata bisa pergi.

Lalu, tanpa sadar menjalani hidup membawa beban derita, dengan harap-harap ada bahagia.

Bagaimana mungkin segala kesakitan itu akan hilang, bila memang kita yang tak mau melepaskannya?

Kita sedang bermain-main dengan perasaan kita sendiri.

Sekilas kata motivasi karya dari Alfialghazi (kutipan di halaman 34-37) dan tentunya masih banyak lagi kata" motivasi yang beliau tuangkan dibuku yang ditulisnya.

Teruntuk Kamu yang Mungkin Sedang Ada di Posisi Ini

Jangan lupa untuk selalu berdoa dan berusaha, insyaallah, kita akan dipertemukan oleh seseorang yang menjadi takdir hidup kita, diwaktu yang tepat dengan orang yang Allah pilihkan untuk kita.

Semangat, bagi para jomblo fisabilillah dalam menjalani kehidupan tanpa si dia, wkwkwk....

Ingat selalu pesan Allah yang telah dituliskan didalam al-quran QS.AL-ISRA (17:32), 


ولاتقربوالزنا انه كان فاحشة وسأسبيلا 

"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk"

Ulasan Lain Buku Ini

Buku ini hanya berisi kata-kata motivasi beliau, sebagai penyemangat para pemuda atau pemudi dalam mencari jati diri perihal cinta, dalam segala aspek kehidupan yg terjadi dikehidupan.

Selebihnya, buku ini sangat mudah dimengerti dan dipahami para pembaca karena penggunaan ejaan katanya yang tidak terlalu sulit.

Identitas Buku dan Profil Penulis

Penulis : Alfialghazi 

Penerbit : Sahima

Harga : Rp 74.900

Tebal : 190 hal (soft cover) 

ISBN : 978-602-6744-99-9

Alfialghazi adalah seorang ayah juga seorang suami. Lahir di kota kecil bernama Pagar Alam, kemudian menyelesaikan pendidikan Diploma III jurusan Transportasi pada tahun 2016.

Setelahnya mengabdi di PT. Kereta Api Indonesia sebagai seorang masinis, lalu memilih untuk mengundurkan diri secara terhormat dan memilih takdir hidupnya sendiri.

Kini, ia adalah mahasiswa aktif di Ma'had Abu Ubaidah Medan. Selain itu, beliau juga menulis beberapa buku di antaranya : Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah, Menikmati Kepergianmu, dan Ya Allah, Aku Pulang.

Untuk lebih dekat dengannya bisa di hubungi melalui instagram @alfialghazi.


ditulis dengan Cinta oleh Lani Oktaviani Mahasiswi #BBCmakinseru jurusan Akuntansi

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url