Konselia Indonesia adalah Rumah Ramah dari Pipit Septiani untuk Kami yang Bermasalah dengan Mental

 



Photo by Nik Shuliahin 💛💙 on Unsplash

Dulu sekali, saya menganggap bahwa orang gila adalah bagian lain dari masyarakat yang harus dijauhi. Perilakunya yang tidak normal, membuat siapa pun enggan mendekati, apalagi memberikan pendampingan agar orangnya bisa kembali pulih dan hidup baik seperti sebelumnya.

Apakah Anda termasuk orang yang berpendapat demikian? Saya rasa, wajar jika stigma negatif muncul di masyarakat terhadap orang-orang yang memiliki masalah kesehatan mental.

Padahal, siapa saja berpotensi menjadi orang — gila — yang mentalnya kurang sehat. Mengingat ada banyak sekali faktor yang bisa melahirkan itu. 

Misalnya, tugas-tugas berat yang dikerjakan di kantor yang melebihi kemampuan kita padahal di rumah pun kita masih belum selesai dengan tugas lain. Maksud saya, tidak semua orang lahir dengan keluarga baik.

Ada orang-orang yang lahir dengan keluarga bermasalah seperti orang tua bercerai, mendapat tindakan tidak pantas sewaktu kecil, trauma karena pernah menjadi korban kekerasan orang terdekat di waktu belia, dan masih banyak lagi.

Menurut data yang didapat dari Indonesian National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), satu dari tiga anak yang berusia 10–17 tahun di Indonesia teh memiliki masalah kesehatan mental. 

Data tersebut juga memprediksi bahwa jumlah anak (rentang usia 10–17 tahun) yang memiliki kesehatan mental di Indonesia akan bertambah di tahun 2025. 

Apa yang kemudian menjadi penyebab anak Indonesia memiliki kesehatan mental?

Usia segitu, rata-rata anak masih bersama dalam asuhan keluarganya. Mendapatkan akomodasi kasih sayang, uang, baju, atau kebutuhan pokok lainnya dari keluarga. Rata-rata anak usia segitu kan masih di rumah, bersatu dengan keluarga.

Masalah mental kemudian muncul ketika keluarganya tidak memberikan kebutuhan berupa perhatian, kasih sayang atau pendekatan psikologis yang baik antara anak dan orang tua.

Dari ketidakhadiran peran orang tua sebagai pemberi kasih sayang, teladan, perhatian dan kedekatan psikologi lainnya yang lazim dilakukan orang tua ke anak, lantas bisa membuat anak mengalami masalah mental.

Sebut saja kecemasan. Kecemasan adalah masalah mental paling lazim yang bisa diderita oleh anak.

Anak cemas karena secara pisik terdapat perubahan dalam dirinya, seperti perempuan yang mulai haid atau laki-laki yang tertarik dengan lawan jenisnya, atau mungkin perubahan lain yang membuat anak menjadi cemas.

Kecemasan akan hilang ketika orang tua, kerabat, masyarakat atau lingkungan hadir memberikan pemahaman dan pengertian. Namun, ketika semuanya tidak ada, kecemasan itu kemudian lahir menjadi masalah mental yang belum selesai, dibawa sampai anak menjadi dewasa.

Anak pemalas, anak manja, anak nggak bener, dan stigma negatif lainnya kerap didapatkan anak alih-alih merangkul mereka dengan edukasi. 

Ketika masa dewasa datang dan masalah mental itu belum selesai, kemudian datang masalah mental lain seperti depresi, stres pasca trauma dan masalah mental lain yang menyebabkan seseorang menjadi rapuh.

Belum lagi masalah-masalah mental lain yang muncul karena perkara yang lain. Misalnya ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) yang bisa muncul dari faktor genetik, faktor zat kimia dari luar dan faktor lainnya.

ADHD 

Adalah gangguan perkembangan pada otak yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kesulitan berkomunikasi, hiperaktif dan berlaku implusif. ADHD bisa membuat penderitanya kesulitan belajar dan kesulitan berhubungan sosial.

Gejalanya bisa terjadi pada anak maupun orang dewasa, pada anak misalnya anak menjadi terlalu aktif, tidak dapat diam terlalu lama dan sulit memecahkan masalah sepele karena sulit berkonsentrasi.

Begitu juga gejala yang muncul saat atau kepada orang dewasa. Penderita ADHD sangat mungkin menjauhi masyarakat, bersikap ceroboh, tindakannya tidak memikirkan efek atau akibat di kemudian hari.

Mengutip situs Alodokter.com, beberapa faktor bisa meningkatkan risiko terjadinya ADHD adalah sebagai berikut:

  • Komplikasi kehamilan, seperti stres berat, kekurangan nutrisi, atau kelahiran prematur, yaitu lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu.
  • Paparan zat beracun saat hamil atau sewaktu masa kanak-kanak, seperti timbal dari cat dinding tua atau lingkungan yang tercemar.
  • Kebiasaan merokok (bisa aktif atau pasif) atau mengonsumsi alkohol selama kehamilan
  • Cedera kepala pada masa kanak-kanak yang memengaruhi perkembangan otak.
  • Gangguan kesehatan mental pada orang tua, atau lingkungan keluarga yang penuh tekanan dan tidak mendukung.
  • Paparan racun dari lingkungan sewaktu masa kanak-kanak, misalnya paparan timbal dari cat.

ADHD adalah satu dari masalah kesehatan mental yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Perlu penanganan profesional agar masalah permasalahan mental seperti ini mendapatkan perhatian yang layak sampai akhirnya bisa diobati.

Konselia Indonesia oleh Pipit Septiani

Stigma negatif orang-orang terhadap penderita kesehatan mental membuat Pipit Septiani merasa harus menghapusnya. Membuat stigma orang stres, orang gila, manja, dan gejala kesehatan mental lainnya menjadi normal selayaknya penyakit biasa.

dokumentasi SATU Indonesia Awards Astra

Pipit melihat penyebutan stigma negatif di masyarakat tersebut menjadi sebuah tantangan. Orang-orang dengan gejala kesehatan mental berhak mendapatkan perhatian terbaik seperti penyakit lain.

2018, Pipit membuat gebrakan dengan mendirikan sebuah platform digital untuk membersamai orang-orang tersebut, 2019 platformnya berubah menjadi Konselia Indonesia.

Konselia.id adalah teman untuk siapa pun yang merasa mentalnya sedang bermasalah. Merasa cemas berlebihan, depresi karena telah terjadi sesuatu dan sulit mengurai masalah hingga terjadi stres berat.

Konselia menyediakan layanan konsultasi masalah mental dengan cara yang menarik dan efektif. 

Jika layanan konsultasi konvensional harus ditempuh dengan biaya yang mahal, pendaftaran yang rumit dan perjalanan yang jauh untuk sampai datang ke tempat konsultasi, layanan konsultasi yang ditawarkan Konselia Indonesia adalah daring. Daring bisa menjangkau siapa dan di mana pun. 

tankapan layar situs konselia.id

Apa kabarnya kamu hari ini? Tanya dan Curhat apa saja! adalah kata-kata sederhana yang sejatinya sangat berarti untuk mereka yang membutuhkannya.

tangkapan layar konselia.id

Layanan konseling masalah kesehatan bisa dilakukan di rumah sambil rebahan atau santai. Tidak perlu datang ke klinik, dan khwatir orang melihat lalu muncul stigma negatif.

Konselia sudah dan masih hadir untuk membersamai sahabat kita yang memiliki masalah. Ada yang benang kusut di pikirannya berhasil diurai dan merasa ada yang menemani karena didengarkan dengan baik.

Ada yang beban hidupnya perlahan berkurang, siap menghadapi masalah dengan lebih bijak dan menemukan jalan keluar dari masalahnya itu, sampai akhirnya mendapatkan perasaan aman.

Ada yang merasa sudah dimengerti dan didengarkan ceritanya sehingga ia menyadari akar masalah yang ada dalam dirinya dan memperbaiki itu.

tangkapan layar konselia.id
tangkapan layar konselia.Id

Ada beberapa layanan dengan harga yang berbeda untuk masing-masing layanannya. Anda bisa menghubungi lewat pesan, telepon, atau video telepon. Anda bisa menghubungi sendiri atau berkonsultasi bareng dengan pasangan. Semuanya bisa mudah didapatkan.


Masalah mental adalah masalah umum dan biasa karena bisa terjadi kepada siapa saja. Masalahnya, tidak banyak orang yang berani bercerita dan sadar dengan masalah itu.

Saya rasa, semangat konselia untuk menemani para penderita kesehatan mental untuk menemukan jalan keluar dari masalahnya itu, harus disebarkan ke setiap orang yang membutuhkan. Saya rasa, platform ini harus bisa menjangkau lebih banyak orang lagi.

Menurut Anda, bagaimana?

#APA2025-ODOP/PLM/BLOGSPEDIA

#SatukanGerakTerusBerdampak #KitaSATUIndonesia


Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url