Puisi Cinta Nurdin Iskandar

 


Takan ada cinta tanpa kehadiran rasa,

Takan ada irama tanpa kehadiran nada, 

Karena setiap sesuatu itu memiliki artinya sendiri, maka wajarlah jika mereka menuntut haknya untuk dihargai. Tulisan kali ini, Nurdin Iskandar, mahasiswa semester dua Politeknik Bina Budaya Cita BBC Cicurug, Sukabumi, ingin mencoba menghargai makna cinta dengan mengejanya dalam bentuk puisi.

Entah karena cinta sedang berdering dihatinya, entah mungkin karena panggilannya sudah langsung mengetuk dan memaksa masuk, kita tidak tahu. Tapi biarlah Kang Nurdin bercerita tentang cinta lewat Puisi Cintanya


Jatuh Cinta

Engkau pujaan di dalam hatiku

Jiwaku luluh senyummu memburu

Yang tergores di hati hanya rindu


Rindu padamu wahai pujaanku

Cinta ku tulus untukmu seorang 

Tak peduli gadis mana yang datang

Hatiku kukuh tak akan bimbang

Hanya bersamamu jiwaku tenang


Aku bahagia jika kita bersama 

Cintaku mendalam di awal berjumpa

Aku terpikat oleh pancaran sinar mata

Pada hari awal kita bertutur sapa


Oh belahan hati oh belahan jiwa 

Di mana dirimu sekarang berada

Andai ada kesempatan untuk berjumpa 

akan jatuh cintaku kedua kalinya

 

Sukabumi 18 April 2023

Nurdin Iskandar


Derita Kuli

Liku liku jalan ku arungi

Melawati lembah yang berduri

Naik pada bukit bukit tinggi

untuk sekedar  sesuap nasi


Panas yang amat mencengkram

Hatiku pun rasa ingin muram

Berkeluh dengan penderitaan

Ingin lari dari sebuah kenyataan


Dan kini langkahku kerap dibatasi

Karena aturan si negeriku ini

Gara-gara penyakit yang melanda

Disebut satu kata corona


Ekonomi pun makin sulit

Pendapatan makin sedikit

Kantongku pun rasakan sakit

Sudah lama tak jumpa duit


Anak-anakku menjerit jerit

Minta jajan malah aku cubit

Gara-gara kurangnya duit 

Kebutuhan ekonomi pun melilit


Sekejap aku termenung dalam lamunan

Memikirkan aksi-aksi kejahatan

Namun nurani ku tetap mengingatkan

Untuk lebih dekat kepada Tuhan


Lalu kuangkatkan tangan seraya berdoa

Memohon jalan dari semua derita

Semoga aku diberi kemudahan

Dan ditambah-tambah ketabahan


Parungkuda, 18 Desember 2021

Nurdin Iskandar


Cinta Yang Kelam

Batinku tergores luka mendalam

Menikmati kisah cinta yang suram

Hingga cintaku pecah dan terbenam

Dalam ingatan di heningnya malam


 yang ku korbankan untukmu kasih

sebuah bukti cintaku yang murni

walau telah ku terima luka di hati

hanya ku tahan dan coba kunikmati


harapanku adalah kebahagiaanmu

harapanmu adalah kepergianku 

biarlah aku yang cukup merasakan

pahitnya hati diguyur penderitaan


kuangkat tangan di setiap doa

memohon untukmu moga bahagia

walau takdir kita bukan untuk bersama

cintaku padamu abadi untuk selamanya


Cicurug, 19 April 2023

Nurdin Iskandar


Cinta Tak Dicinta 

Ku ungkap rasa, kau memaling muka

Ku katakan cinta, kau bilang tidak

Ku berikan hati sepenuh jiwa

Hanya kau balas senyum dusta 


Ku mengejar kau terus berlari 

Ku berjuang tak pernah kau sadari

Ku mencinta dengan sepenuh hati

Hanya kau bilang sekedar ilusi


Apalagi yang harus ku lakukan 

Di saat cinta bertepuk sebelah tangan

Aku melayang layang di atas harapan ternyata cinta itu hanyalah hayalan


Sukabumi 20 April 2023

Nurdin Iskandar 


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url